Kecewa, Bapak Dosen, dan BBM

Kecewa.. Seharusnya malam ini saya berada dalam perjalanan menuju Jakarta dalam rangka menolak kenaikan BBM. Karena besok seharusnya dilakukan rapat paripurna DPR untuk memutuskan perkara ini. Sehingga besok akan menjadi puncak aksi penolakan untuk menekan rapat paripurna tsb.

Namun sayangnya para ‘yang terhormat’ di gedung parlemen sana bersiasat dg  memundurkan rapat paripurna menjadi hari Jumat. Mengapa? Analisisnya, bila sidang tetap dilaksanakan hari Kamis, dan memutuskan BBM dinaikkan, tentu masa demonstran pada esok harinya (Jumat) akan marah dan melakukan demonstrasi yang jauh lebih besar dari hari Kamis nya.  Sedangkan bila hari Jumat, esoknya adalah weekend, dan apa yang dilakukan mahasiswa saat weekend?? Tentu jumlah masa akan jauh berkurang. Strategi yang cukup cerdik saya rasa.

Dan implikasinya adalah, aksi penolakan ditunda ke hari dimana UTS KPIP berlangsung. Sehingga, saya sebagai seorang mahasiswa yang diperbolehkan oleh ibu saya untuk ikut aksi asal memiliki IP yang baik, tentu tidak bisa meninggalkan ujian itu, meski  kebermanfaatan pelajaran tsb bagi jurusan saya kelak (planologi, amin) masih dipertanyakan.

Dan semua itu membuat saya cukup kecewa.. Tapi yasudahlah.. Mungkin ini tidak penting bagi kalian. Dan daripada malam ini saya terkepung oleh kekecewaan, saya memutuskan untuk mengisisnya dg membuat tulisan saja. Silahkan bagi yang tidak berminat tidak usah melanjutkan membaca…

……..

Bapak Dosen 1

Hari ini ada dua orang bapak dosen ‘yang tercerahkan’ yang menyingung soal kenaikan BBM, hal yang menjadi perhatian saya selama beberapa hari terakhir ..

Bapak dosen yang pertama adalah seorang tokoh bereputasi yang sudah memiliki pengalaman mengajar selama 30 tahun (klo g salah). Hanya sedikit sekali sebenarnya beliau menyinggung soal kenaikan BBM. Beliau hanya bilang bahwa masyarakat kita sering mengambil solusi yang bla bla bla (saya lupa istilahnya).. Jadi saat BBM naik, dengan mudahnya segolongan masyarakat mengatakan bahwa solusinya adalah presiden turun! Sama halnya dengan mencari vektor yang tegak lurus dengan sebuah bidang, dengan gampangnya kita menjawab (0,0,0) adalah jawabannya (dan saat uts kemarin saya menjawab (0,0,0) )

Tapi saya setuju dengan pendapat bapak dosen yang tidak pernah terlambat ini..

. .. .. …. .. .

Bapak Dosen 2

Bapak dosen yg kedua ini kurang saya ketahui riwayatnya. Yang saya tahu ada beberapa teman saya yang wanita yang mengatakan bapak ini tampan. Tp sy tidak terlalu peduli dg masalah ketampanan ini. Saya hanya ingin membahas ttg pendapat beliau mengenai kenaikan BBM tadi di kelas.

Saat itu saya sudah mulai terlelap tidur karena rasa bosan, hingga tiba-tiba teman sebelah saya membangunkan saya karena bapak tsb membahas soal kenaikan BBM. Saya pun mendengarkan..

Jadi menaikkan subsidi BBM itu bukan berarti mengurani subsidi terhadap rakyat, karena uang dari subsidi BBM itu dialihkan untuk membangun infrastruktur, transportasi massal, beasiswa sekolah dan lain sebagainya yang lebih bermanfaat bagi rakyat. Karena subsidi BBM saat ini sudah terlalu membebani anggaran, dan sebagian besar subsidi BBM saat ini dinikmati oleh orang-orang kaya (beliau mengatakan memiliki data nya). Jadi dengan dialihkan untuk infrastrukur, transportasi umum dan lain sebagainya pemertintah sesungguhnya sama sekali tidak mengurangi jatah anggaran untuk rakyat, tetapi hanya pemanfaatannya saja yang diganti.

Harga minyak dunia pun sekarang terus naik. Di negara-negara lain harga minyak itu sudah jauh lebih tinggi dari Indonesia, jadi harga BBM di Indonesia mau tidak mau harus dinaikkan. Tapi mengapa kita harus mengikuti harga minyak dunia? Yah karena hampir semua barang saat ini, mulai dari sepatu, laptop dll mengikuti harga dunia.

Namun memang kebijakan ini memang akan membebani rakyat, namun mau bagaimanapun mesti dilakukan. Dan korupsi bukanlah alasan untuk menentang kebijakan ini, karena korupsi itu terletak pada orangnya, bukan kebijakannya. Sehingga tidak tepat kita menolak kebijakan ini karena berpendapat uangnya akan dikorupsi jua.

Karena itu, orang-orang yang berdemo itu harus lebih cerdas melihat masalah ini…

 … …  … …… … .

Saat mendengar pendapat beliau itu sebenarnya sy ingin sekali menyanggah pendapatnya karena sy memiliki pendapat yang berlainan. Namun sy pikir pembicaraan itu tsb akan menjadi panjang sehingga sy mengurungkan niat. Dan tulisan di bawah ini merupakan pendapat sy yang tidak jd saya utarakan tadi.. Silahkan bagi yang sudah capek membaca tidak perlu melanjutkan…

            Peperkataan beliau “memang kebijakan ini memang akan membebani rakyat”. Beliau mengatakan “membebani rakyat” sekan itu bukanlah masalah yang besar. Memang bagi beliau, saya , atau mungkin teman2 yg membaca tulisan ini kata “akan membebani” ini bukanlah masalah besar. Mungkin bagi sy, “membebani” disini adalah naiknya harga nasi padang di tempat biasa sy makan dari 9rb/porsi dg ayam menjadi 12rb. Mungkin bagi sy itu buakanlah masalah yang sangat besar. Atau mungkin bagi orang-orang kaya diluar sana, “membebani” di sini berarti harus mengurang jatah untuk rekreasi mereka.

            Coba pikirkan bapak, bagaiman dg para pemulung yang sering terlihat di sekitar ITB ini? Atau pun berbagai rakyat golongan bawah lainnya? “Membebani” bagi mereka adalah berarti tidak tahu besok akan makan apa.. mereka ini tidak peduli dg harga minyak dunia atau harga minyak di negara lain. Yg mereka pikirkan hanyalah, besok aku akan makan apa???

            …..

Apakah benar subsidi BBM membebani anggaran? Subsidi BBM hanyalah 8,5% dari APBN. Lantas sebagian besar digunakan untuk apa? Porsi terbesar dari APBN (sekitar setengahnya) ternyata malah digunakan untuk biaya birokrasi dan belanja barang (baca: fasilitas pejabat). Jadi apakah subsidi BBM ini begitu membebani anggaran?

Tapi bukankah setap tahun anggaran untuk subsidi BBM ini naik sehingga semakin hari semakin membebani? Yah benar sekali harga minyak memang cenderung naik, namun setiap tahun pendapatan kita juga naik. Sebagai perbandingan, th2005 pendapatn negara kita adalah Rp493T, sedangkan pada 2011 mencapai Rp1.086T. Naik lebih dari 100% !. Sedangkan subsidi energi pd th2005 itu sebesar Rp104T, dan th2011 sebesar Rp133T, lihatlah bahwa kenaiakan pendapatan kita jauh lebih cepat dari kenaikan subsidi BBM. Jd meski harga minyak dunia naik, namun penambahan pendapatan kita dapat mengimbanginya. Lantas mengapa subsidi BBM dituduh begitu membebani?

Saya sangat setuju dg beliau bahwa perlu Indonesia membutuhkan dana lebih untuk infrastruktur, pendidikan dll. Namun yg jd masalah, mengapa dana tsb harus dipotong dr subsidi BBM? Mengapa tidak potong saja anggaran fasilitas para ‘yang terhormat’ tsb untuk digunakan membangun infrastruktur atau transportasi massal?

Mengenai cadangan minyak yg semakin menipis, sy sangat mendukung langkah pemerintah untuk melakukan diversivikasi energi. Saat sudah tersedia pengganti bensin, saat itulah pemerintah silahkan menaikkan harga BBM. Jangan seperti sekarang, BBM dinaikkan disaat BBM menjadi satu-satunya sumber energi utama masyarakat. Karena energi sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat, saat harga BBM naik, semua akan naik.

Karena alasan itu (dan masih ada beberapa alasan lg sebenarnya), sy menolak kenaikan BBM 1 April ini. Karena itu pula sy berniat untuk mengikuti aksi ke Jakarta, meski kecewa karena tidak jadi bisa ikut..

………

BACALAH..

Tulisan di atas sebenarnya ingin menjawab pernyataan beliau bahwa orang-orang yg berdemo itu harus lebih cerdas melihat masalah. Karena kita sebelum memutuskan turun ke jalan, sudah terlebih dahulu mengkaji masalahnya, bukan hanya asal teriak di jalan-jalan sana. Betapa bodoh jika kita berteriak-teriak di bawah sinar matahari terik namun tidak tahu apa yang diteriakinya.. Kita mahasiswa tidak sebodoh itu bapak..

…….

BACA JUGA (klo mau…)

Saya hanya ingin mengingatkan, bahwa dosen bukanlah segala-galanya. Sebagai mahasiswa yang cerdas, janganlah kita menelan bulat-bulat dan menerima apa adanya yg dikatakan oleh dosen sebagai sebuah kebenaran. Kita harus menampung dan menelaah terlebih dahulu sebelum menyerapnya sebagai informasi di otak kita.

Ilmu itu bebas nilai. Dan kebenaran itu menjadi relatif (mungkin kecuali pd ilmu-ilmu pasti, tp saat ini teori relativitas Einstein pun mulai dibantah) karena dipengaruhi oleh nilai-nilai yan dianut. Dan kita tidak tahu nilai-nilai apa yang dianut oleh dosen tersebut.

Yang pasti gerakan mahasiswa adalah gerakan moril yang menjadi garda terdepan dalam membela rakyat (lho?)

Plato, seorang filsu besar Yunani beranggapan bahwa hakikat sebuagh benda itu ada terlebih dahulu sebelum materi benda itu. Selanjutnya pemikiran ini berkembang menjadi apa yg disebut “Idealisme”

Muridnya, Aristoteles, tidak menerima begitu saja. Dia beranggapan bahwa materi ada terlebih dahulu, barulah makana atau hakikat dari benda itu ada. Selanjutnya pemikiran ini berkembang menjadi apa yg disebut “materialisme”

dan keduanya menjadi filsuf besar sepanjang sajarah..

….

Yasudahlah.. sy rasa tulisan ini semakin ngalorngidul, dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 2.. terima kasih bagi yg mau membaca sampe akhir, tp sy ragu ada yg mau melakukannya….

 

 

 

13 pemikiran pada “Kecewa, Bapak Dosen, dan BBM

  1. Setuju dgn Azka, kita jangan percaya begitu saja dengan yg dikatakan dosen (kecuali ttg kalkulus, soalnya saya tidak punya pendapat sendiri mengenai pelajaran itu). Kadang dosen juga punya idealisme yg bertentangan dgn keyakinan saya. Namun ada baiknya kita juga mencari ilmu lebih banyak lagi agar semakin mengerti mana yang benar mana yang salah.

  2. kamu bilang jadi mahasiswa cerdas sedikit dan harus mengkaji masalah sebelum turun. kamu yakin data – data yang kamu lampirkan itu valid? kamu yakin sudah mengkaji masalah dengan baik? lalu solusi yang kamu tawarkan apa? sebagai mahasiswa institiut teknologi bukankah seharusnya kamu mencari alternatif untuk dijadikan sumber energi utama lain selain BBM? kamu tahu sendiri kan kalo harga minyak dunia akan terus naik dan kamu toh sudah tahu bahwa subsidi BBM di indonesia lebih tinggi dari negara2 tetangga,ex.vietnam. ya saya setuju tentang penurunan fasilitas bagi ‘orang orang di atas’ tapi selain itu coba pertimbangkan aspek lain, seperti; daripada ‘uangnya’ untuk BBM kenapa ga bangun infrastruktur untuk rakyat sehingga pembangunan ga terpusat di jawa jadi ada pemerataan kesejahteraan penduduk.

  3. ikutan ya zka, just my opinion. kalo menurut gua sesorang yang mungkin masih awam dalam hal beginian ya zka, sebenernya sah sah aja kalo kita mahasiswa gerak ke lapangan, berdemo memperjuangkan hak hak rakyat, gua setujuu banget. cuman yang bikin gua selalu mikir aneh dan mungkin rada kesel ya, ya itu aksi beberapa mahasiswa yang atau mungkin beberapa mahasiswa bayaran yang disaat melakukan aksi itu, ngelakuin hal hal yg anarkis contoh nya perusakan fasilitas warga dsb, yang tadi nya tujuan demo itu mau memperjuangkan warga, malah jadi nyusahin warga yang fasilitas fasilitas nya dirusak oleh massa. ya mungkin itu yang mesti dikurangin dalam aksi aksi yang digelar nanti. dan satu lagi kalo perlu dan bisa, salah satu atau beberapa perwakilan mahasiswa juga melakukan apa yaa, ibarat diskusi gitu sama pihak pihak pemerintah, nanti dari situ kan bisa ketauan apa aja alesan yang ril nya kenapa sih bbm bisa jadi naik, selain itu juga mahasiswa bisa mengutarakan solusi nya dengan lebih jelas kepada pihak pihak yang pemerintah. disini guabelum bisa ngasih solusi gimana cara nya bbm tuh biar ga naik ya mungkin karen pengetahuan gua tentang masalah itu juga belum begitu tinggi. oiya satu lagi zka nitip pesen juga nih buat para para pihak yang mungkin mendukung naik nya harga bbm, please jangan cuman bisa berkoar koar di social network, mereka cuman ngehina hina orang demo tanpa tau apa sih sebenernya yang terjadi di lapangan itu. kalo asal jangan usul, kalo usul ga boleh asal mesti ditanamkan di diri kita semua. makasih zka, itu cuman pendapat gua hehe

  4. @tenrita:
    Kalo menurut saya walaupun mahasiswa institut teknologi bisa menciptakan bahan bakar alternatif. Prosesnya gak semudah itu mbak. Kebanyak fasilitas pengelolaanya gak siap. Ujung2nya bisa lebih mahal di banding harga bbm sekarang.
    Bahkan belum tentu mesin di indonesia siap dengan bahan bakar baru. Waktu embargo minyak iran oleh eropa union aja, eropa kewalahan karena kebanyakan mesin di eropa pake minyak yang udah di desain untuk minyak yang di impor oleh iran, heavy sour oil.

    Walaupun vietnam gak subsidi bbm sebanyak indonesia itu bukan alasan pemerintah gak bisa mempertahankan subsidi. Karena setiap negara punya kalkukasinya sendiri. Vietnam kan negaranya kecil. Harga bbmnya yang mahal gak begitu signifikan bagi mereka. Ngak bisa di samain dengan indonesia yang negaranya besar. Coba bayangin deh di kalimantan harga nasi plus ayam 15.000 rupiah. Di jawa sekitar 10.000. Mahal karena hampir semua barang di kalimantan di distribusikan dari jawa (beras, bawang, sayur, pakaian, dll) Harga itu sangat tergantung dengan transportasi darat yang berhubungan dengan bbm. Bayangkan aja bakal meningkat berapa persen harga2 barang yang lain.

  5. @fanny: i see. IMHO..itu hanya contoh untuk pertanggungjawaban sebagai mahasiswa engineering, mungkin kita bisa lebih kreatif untuk cari solusi2 lainnya.
    sekarang, bukankah pemerintah pasti sudah memikirkan matang2 kenapa sampai BBM harus naik? sekarang seandainya harga BBM ga naik lantas apa perekonomian indonesia bisa maju? seandainya jika harga BBM ga naik tapi malah perekonomian indonesia jadi jatuh bagaimana?
    toh kondisiya sekarang yang menikmati subsidi BBM 70% adalah menengah ke atas. jadi, jika kita menolak kenaikan harga BBM dengan alibi bela rakyat… rakyat yang mana? yang kaya raya itu?
    sekarang kalo harga mahal, toh itu resiko jangka pendek.
    kalaupun modal untuk bahan bakar alternatif lebih mahal dari subsidi BBM tapi toh dampak jangka panjangya baik untuk kita semua, kita jadi ga ketergantungan sama minyak yang someday juga pasti habis. coba gimana kelanjutan indonesia yang katanya SDAnya berlimpah tapi Purnomo Yusgiantoro bilang Indonesia akan keluar dari OPEC karena secara teknis kita juga mengimpor minyak.. saking ketergantungannya sama minyak?

  6. semangat untuk kita semua yaa.. jangan pesimis juga dalam menjadi rakyat solutf, kreatif, inovatif. kita pasti bisa ko lepas dari ketergantungan terhadap SDA yang unrenewable🙂

    @az: you will always know how to act right, i’m sure you know how to think logically

  7. waduh ramai sekali haha. yasudah DPR sudah memutuskan, kita terima dl aja (meski gw msh kurang puas sh). tp cukup dl lah perdebatannya, isu ini emg sangat mengundang perdebatan, nnt bisa2 lebih lama dr bapak-bapak yg terhormat di sana hehe

    tp paling mantap comment nya Rangga lah haha. setuju bgt gw.
    oiya Ga mnt no hp lw dong, pd hilang smw nh no2..

  8. ko paling mantap zka? perasaan comment gua yang paling ga nyambung sama topik yang lagi dibahas -_- haha waduh jangan minta disini lah zka, lu tau kan gua artis masa nomor hape gua dipublikasikan disini hahahaha yaudah ntar gua sms lu oke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s