Inspiring man: Angga Putra

“untuk menjadi orang hebat kau harus temukan banyak inspirasi, dan inspirasi itu ada di sekitar kita”

Nama dia adalah Angga Putra. Saya tidak tahu apakah itu adalah nama lengkap nya. Dia adalah sekjen Kabinet KM ITB periode 2012-2013. Tapi bukan jabatannya yang membuat saya ingin menulis tentangnya, melainkan tindakan dan sikap dia.

Perkenalan saya dengan  dia tidak begitu baik. Pada awal kepengurusan Kabinet 2012-13, saya mendengar cerita-cerita tentang ‘sekjen baru’ kita yang katanya lebih layak disebut ‘penjaga sekre’. Yah, sebagian besar cerita yang saya dengar tentang dia adalah cerita-cerita negatif tersebut.

Saya baru menyadari belakangan bahwa cerita-cerita itu muncul karena culture shock saja. Memang kedatangan dia di kabinet membuat sekre kabinet seperti kantor birokrat, terlalu banyak aturan! Dia membuat berbagai aturan di sekre dengan berbagai sanksinya. Bahkan untuk hal-hal sepel saja kita dikenakan denda jika melanggar. Dan untuk membeli jajanan di sekre saja harus menggunakan sistem kupon yang ribet, dan bila tidak menggunakan kupon maka akan di denda! Padahal pada periode sebelumnya sekre begitu bebas lepas. Dan sejujurnya hal-hal tersebut membuat saya tidak nyaman dan malas ke sekre.

Kontak negatif saya dengan dia di awal kepengurusan terjadi lagi untuk kedua kalinya. Kali ini kamu berdebat tentang langganan koran di sekre. Koran Kompas yang selama ini bisa saya nikmati dengan gratis di sekre ternyata langgananya dihentikan. Dan diganti oleh majalah Cinemax dan majalah tarbawi. What the f***! Saat itu saya sudah tidak habis pikir lagi dengan dia, untuk apa di sekre Keluarga Mahasiswa ITB ini berlangganan majalah Cinemax? Tarbawi? Dan untuk langganan kedua majalah sial itu langganan koran Kompas yang memberikan banyak informasi berharga untuk mahasiswa di hentikan? Dan saya pun mendebat sekjen kabinet tersebut, namun sial nya dia tetep kekeuh dengan keputusannya.
………..
Acara DDAT yang saya urus terjadi beberapa masalah beberapa hari sebelum hari H. Bayangkan, sampai H-3 kami belum memiliki tempat yang fix! Pada awalnya kami memplot ITB Jatiangor sebagai l0kasi acara kami, dan perizinan pun telah diurus. Namun sekitar H-3 acara, tiba-tiba perizinan tempat menjadi penuh dengan masalah..
Masalah pertama adalah, ternyata ITB Jatiangor tidak gratis. Padahal sebelumnya kami tidak mempersiapkan anggarang untuk tempat karena dari info yang didapat bahwa ITB Jatinangor gratis digunakan untuk anak ITB. Dan masalah kedua, untuk mengurus permohonan keringanan biaya ternyata sangat lah ribet. Kami harus bolak-balik Sarpras-LK dan membuat surat beberapa kali. Dan kami pun sempat bingung harus gimana lagi agar dapat tempat buat acara yang berbagai hal lainnya telah hampir beres ini.
Dan disaat-saat kritis seperti ini, akhirnya kami memutuskan untuk bertanya ke kak Angga. Singkat cerita, akhirnya kami dibatnu oleh kak Angga. Dan yang membuat saya kagum adalah bahwa dia, sebagai orang nomor dua di kabinet, mau turutn langsung membantu mengurus perizinan tempat, bahkan sampai bolak-balik LK-sarpras. Bahkan dia mau melakukan itu tanpa ditemani oleh panitia. Dan bantuan dia datang lagi saat kami kekurangan dana untuk mendapat sound dan proyektor, hingga akhirnya kami dapat sound dan proyektor gratis dari LK atas bantuan langsung dari dia.
Yah mungkin bantuan dia terlihat sepele. Tapi bagi saya itu adalah hal yang luar biasa, karena untuk pertama kalinya saya melihat pejabat di kampus ini bersedia membantu langsung hingga turun ke bawah. Selama yang saya temui, pejabat-pejabat lain di kampus ITB hanya membantu sebatas memberikan arahan atau evaluasi saja, tidak ada yang turun langsung seperti kak Angga.
Selain itu, di tangan kak Angga pula, administrasi kabinet menjadi sangat rapih, teratur dan jelas  layaknya organiasi profesional. Hal yang jarang terjadi di organisas-organisasi mahasiswa pada umumnya. Dan teakhir, dia juga merupakan orang yang berani bersikap dan mempertahankan apa yang dia yaknini kebenarannya, seperti mengenai kasus koran tadi hehehe.
Oke, itulah cerita singkat menbngenai kak Angga Putra, Sekjen KM ITB 2012-13. Saya merasa beruntung bisa bekerja sama dengan orang seperti dia. Semoga sekjen berikutnya bisa melanjutkan apa yang telah dia capai.
Segitu dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s