Mulut Manis

Dan dia berbicara di muka umum seakan sudah begitu dekat dengan mereka, padahal dalam keseharian kurasa dia tidak peduli. Dan dia berbicara di muka umum seakan begitu mengenali diri mereka, padahal dalam keseharian kurasa dia tidak mengenal. Dan dia berbicara di muka umum seakan begitu ramah dan menyenangkan, padahal dalam keseharian kurasa dia begitu terbalik (aku tidak tega menyebut kata yang ingin ku maksud)

akhirnya? Ku rasa dia lebih terlihat seperti penjilat

Ah, ini hanyalah evaluasi buat diriku saja, tak usah kau bersusah payah menebak siapa dia, lebih baik kita anggap ‘dia’ itu fiktif belaka

Aku hanya ingin berkata, sebagus apapun kita berbicara di muka umum, bagi orang yang sudah mengenal kita, yang dinilai adalah keseharian. Ucapan manis yang kontras dengan keseharian, semanis apapun, hanya akan jadi air liur jilatan yang menjijikan

2 pemikiran pada “Mulut Manis

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s