Melihat Prinsip Sun Tzu

(Resensi)

Judul                     : The Art of War

Pengarang          : Sun Tzu

Penerbit              : Tuttle Publisih, Tokyo-Singapore 

 

Pelajaran utama yang didapat setelah membaca buku ini adalah: kalkulasikan segala tindakan yang akan kita perbuat, segala keputusan yang kita ambil, dan segala kemungkinan yang akan terjadi. Kalkulasi adalah hal yang wajib dimiliki oleh jenderal yang terjun dalam peperangan. Tanpa kalkulasi yang matang, terjun ke peperangan hanyalah bunuh diri. Lalu jabarkan kalkulasi ini dalam perencanaan yang matang. Dan jangan sampai musuh mengetahui rencana yang telah dibuat, buat musuh meyakini hal yang sebaliknya dari apa yang direncanakan. Hal yang harus diperhatikan dalam kalkulasi ini dalah 1) The Moral Law, 2) Heaven, 3) Earth, 4) The Commanders, dan 5) Method and Diciplin.

Selanjutnya, perhatikan ketersediaan berbagai kebutuhan perang. Tanpa persiapan dalam hal ini, maka hanya akan menjadikan diri makanan musuh. Supply kebutuhan adalah salah satu jantung dalam peperangan, maka jaga lah sebaik-baiknya. Perhatikan hingga detail.

Dalam menyerang musuh, cara terbaik menyerang adalah tanpa melakukan penyerangan. Tujuan perang adalah kemenangan, bukan pertarungan. Usahakanlah kemenangan tanpa melakukan penyerangan. Dan bila harus melauakn penyerangan, lakukan dengan secepat mungkin. Hindari melakukan penyerangan dengan berlarut-larut.

Untuk taktis penempatan, tempatkan segala sesuatu di tempat yang paling menguntungkan. Jika sedang menyerang, maka jenderal harus berada di tempat paling dapat melihat berbagai hal. Jika sedang bertahan, jenderal harus dapat berada di tempat paling tersembunyi di dunia.

Seorang jenderal harus dapat melihat beragai kekuatan yang ada dalam pasukan nya, dan meraciknya. Dia harus membuat pasukan nya, yang memiliki berbagai keunikan, bagaikan alunan nada-nada berbeda yang membentuk suara harmoni. Dia tidak mengandalkan kekuatan individual, tetapi mengandalkan perpaduan dari beragai energi dari individu-individu yang ada.

Seorang jenderal juga harus dapat melihat titik lemah dan titik kuat dari musuh. Bandingkan kekuatan sendiri dengan kekuatan musuh. Lalu serang  saat musuh dalam posisi lemah, dan bersabar untuk tidak menyerang serta bertahan saat musuh berada pada posisi kuat. Jangan pernah menyerang musuh yang berada pada posisi kuat. Lakukan berbagai taktik yang membuat musuh berada pada posisi yang tidak menguntungkan. Lalu serang. Jangan mengulangi taktik yang berhasil  pada pertarungan berikutnya. Taktik harus bagaikan sungai yang mengalir, mengikuti relief bentuk bumi. Begitu pun dengan taktik, selalu menyesuaikan dengan kondisi yang dihadapi.

Bermanuver merupakan hal yang penting. Jangan menunggu segala yang diperlukan lengkap untuk bermanuver, tapi manfaatkan apa yang ada untuk bermanuver.  Prinsip dalam manuver adalah: jangan lakukan hal-hal  yang berada diluar kemampuan. Jangan beraliansi dengan pihak lain sebelum mengetahui apa yang diinginkan oleh pihak tersebut. Jangan memasuki suatu wilayah sebelum mengetahui bagaiman medan dari wilayah tersebut. Jangan melakukan perjalanan di luar batas kemampuan pasukan. Jangan melakakn penyerangan jika persiapan belum matang. Melanggar prinsip tersebut hanya menyerahkan diri pada mush. Dalam bermanuver, juga penting untuk mengatur pasukan dengan baik. Gunakan alat-alat pembantu untuk membant mengkoordinasi pasukan, seperti bendera atau drum. Memperhatikan mood dari pasukan, membiarkan saat mereka bersemangat, dan memarahi saat mereka tidak taat. Menahan diri untuk menyerang saat melihat pasukan musuh terlihat bergitu siap. Disiplin dan kalm menunggu musuh dalam posisi lemah.

Dalam perang juga perlu diperhatikan lokasi dari medan perang. Jika berada di dalam atau dekat basecamp musuh, maka hindari penyerangan. Saat berada pada medan terbuka, jangan berupaya menahan pergerakan musuh. Saat berhasil mencapi jantung area musuh, maka jarahlah. Saat berada pada area yang sulit, maka pertahankan formasi pasukan. Saat berada dekat dengan posisi musuh, serang dengan strategi. Saat berada pada posisi yang terdesak, maka serang dengan sekuat daya tenaga.

Bila coba saya simpulkan, prinsip yang diberikan oleh Sun Tzu adalah: penuh kalkulasi dan taktis,  efektif dan efisien, serta pragmatis dan minimalisasi resiko. Itulah prinsip yang dapat dipegang untuk memenangi peperangan, yang dapat pula diterapkan dalam berbagai hal: kaderisasi, organisasi, kepanitiaan, pemilu, dan berbagai kegiatan lainnya di masa kini.

 

Satu pemikiran pada “Melihat Prinsip Sun Tzu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s