Tentang indraku (yang hanya menangkap cahayamu)

Bintang memang bercahaya. Bila tidak ia telah melanggar definisi.  Tak terhitung pula jumlahnya. Tapi yang berbeda adalah bintangmu. Kelap-kelip cahayamu selalu menusuk retinaku meski dikejauhan, memaksaku memandang. Anehnya, seketika cahaya lain redup seakan terserap oleh bintangmu. Ku lihat bintang lain menjadi melanggar definisinya.

Tapi dia bilang, retinaku telah dirusak oleh cahayamu. Dia bilang, ada begitu banyak bintang lain tak terhitung jumlahnya. Dia bilang, begitu banyak yang cahayanya jauh lebih terang dari cahayamu. Dia bilang, retinaku tak berfungsi lagi melihat cahaya lain. Bahwa aku harus melihat dunia sesuai kenyataan. Bahwa aku tidak dapat lagi sepenuhnya percaya pada  apa yang terlihat oleh retinaku. Bahwa mataku tak dapat lagi melihat dunia sesuai kenyataan.

..

Jadi kau bilang indraku sudah tidak dapat melihat dunia dengan benar sesuai kenyataan?

Baiklah kawan, aku jawab kau dengan pertanyaan: bukankah dunia bagiku adalah dunia yang tertangkap oleh indra-indra ku?

Lalu dia diam.

Aku bingung.

Kamu pun bingung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s